Rabu, 01 Oktober 2014

Akhlak Terpuji



Akhlak adalah perangai, watak, tabiat, kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan, tanpa memerlukan pertimbangan terlebih dahulu. Manifestasi akhlak ada 2 syarat :
1.    Perbuatan dilakukan berulang kali sehingga menjadi adat kebiasaan
2.    Perbuatan dilakukan dengan kesadaran jiwa, bukan dengan paksaaan atau tanpa kesengajaan
Akhlak terbagi 2 yaitu : akhlak terpuji dan tercela. Akhlak terpuji meliputi menolong, menjaga harga diri, menjaga kesucian diri (Iffah), keberanian (Sajaah), bersikap teguh pada pendirian (istiqomah), saling menghormati, senyum, jujur, amanah, menepati janji, dll. Sedangkan akhlak yang tercela meliputi : mencela, memaki, bohong, berkata kotor, gibah/gossip (menggunjing), namimah (fitnah), munafik, berkelahi, mencuri, mencoret-coret, menyontek, bolos, sombong, kikir, melawan guru, dll.
Adab bergaul dengan yang lebih tua
Orang yang paling dekat dan lebih tua usianya serta paling dahulu kita wajib hormati dan berbuat baik ialah orang tua. Sesuai dengan firman Allah QS. Al-Israa’ ayat 23 :
 “Maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka ucapan-ucapan yang mulia”
Selanjutnya adalah guru, karena dengan jasa guru kita menjadi pintar dan pandai dalam membaca, menulis, serta berbicara dengan baik dan lancar. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, maka sudah sepantasnyalah kita menghormati dan mencintai guru seperti orang tua sendiri. Bahkan anak-anak gurupun harus kita hormati dan cintai.
Adab bergaul dengan orang yang sebaya
Pergaulan muda-mudi yang tidak mengenal batas, bahkan sampai pada batas yang tidak sopan (free sex) dilarang oleh agama. Adapun cirri-ciri pergaulan sopan itu ialah : tahu batas yang diperbolehkan dan yang dilarang, masing-masing pihak mengetahui batas, dapat menjaga diri dari kegelisahan orang tua, tidak berdua-duaan ditempat yang sepi, dapat menjaga norma dan ketentuan agama, dapat menjaga norma dan adat istiadat. Jadi pergaulan jangan hanya mengikuti gejolak emosi dan nafsu, sebab orang yang sudah rusak moralnya, tergolong orang yang rendah martabatnya.
Adab bergaul dengan yang lebih muda
Secara garis besar adab bergaul dengan yang lebih muda adalah memelihara dan memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani, bergaul dengan penuh kasih saying, memberikan bimbingan dan pendidikan agar tumbuh menjadi kuat, memberikan perlindungan baik fisik maupun mental kejiwaan, dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya.
Adab bergaul dengan yang berbeda agama
Adab berpakaian
Cara berbusana dan berdandan adalah mencerminkan kepribadian kita. Karena itu setiap pelajar hendaknya berpakaian sesuai dengan ketentuan sekolah. Setiap siswa hendaklah berpakaian sesuai dengan tata krama kesopanan, rapi dan pantas. Selain itu, janganlah siswa memakai perhiasan secara berlebihan. Hal itu akan menimbulkan kesan pamer atau “etalase berjalan”. Pelajar hendaknya mengatur rambutnya dengan rapi dan pantas akan memperlihatkan keserasian. Baju hendaklah dikancing penuh dan dimasukkan, sehingga tidak menimbukan kesan acak-acakan dan gagah-gagahan, baju yang dipakai tidak mesti berharga mahal, yang terpenting adalah kebersihan , kerapian, dan keserasian busana yang dipakai.
Adab berbicara
“Mulutmu harimaumu”, “berkata peliharalah lidah”. Berhati-hatilah berbicara agar tidak mendatangkan akibat kurang menyenangkan di kemudian hari, biasakan mendengarkan orang lain dan jangan memotong pembicaraan orang lain, jangan turut membicarakan yang bukan urusan kita, janganlah berbisik-bisik ketika orang lain sedang berbicara, karena hal itu akan mengganggu suasana.
Adab makan dan minum
Adab dengan sekolah
Hendaklah seluruh anggota keluarga sekolah wajib memelihara kebersihan, kerapihan, kedisplinan, keindahan, kenyamanan, dan keamanan sekolah. Jangan mencoret-coret dinding, bangku, pintu, jendela, wc, serta apapun yang berada disekolah kecuali papan tulis.

Bersin Ajaib