Akhlak adalah perangai, watak, tabiat, kehendak jiwa
manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan, tanpa
memerlukan pertimbangan terlebih dahulu. Manifestasi akhlak ada 2 syarat :
1.
Perbuatan
dilakukan berulang kali sehingga menjadi adat kebiasaan
2.
Perbuatan
dilakukan dengan kesadaran jiwa, bukan dengan paksaaan atau tanpa kesengajaan
Akhlak terbagi 2 yaitu : akhlak terpuji dan tercela.
Akhlak terpuji meliputi menolong, menjaga harga diri, menjaga kesucian diri
(Iffah), keberanian (Sajaah), bersikap teguh pada pendirian (istiqomah), saling
menghormati, senyum, jujur, amanah, menepati janji, dll. Sedangkan akhlak yang
tercela meliputi : mencela, memaki, bohong, berkata kotor, gibah/gossip
(menggunjing), namimah (fitnah), munafik, berkelahi, mencuri, mencoret-coret,
menyontek, bolos, sombong, kikir, melawan guru, dll.
Adab bergaul dengan yang lebih tua
Orang yang paling dekat dan lebih tua usianya serta
paling dahulu kita wajib hormati dan berbuat baik ialah orang tua. Sesuai
dengan firman Allah QS. Al-Israa’ ayat 23 :
“Maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan
kepada keduanya perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka, dan
ucapkanlah kepada mereka ucapan-ucapan yang mulia”
Selanjutnya adalah
guru, karena dengan jasa guru kita menjadi pintar dan pandai dalam membaca,
menulis, serta berbicara dengan baik dan lancar. Guru adalah pahlawan tanpa
tanda jasa, maka sudah sepantasnyalah kita menghormati dan mencintai guru
seperti orang tua sendiri. Bahkan anak-anak gurupun harus kita hormati dan
cintai.
Adab bergaul dengan
orang yang sebaya
Pergaulan muda-mudi
yang tidak mengenal batas, bahkan sampai pada batas yang tidak sopan (free sex)
dilarang oleh agama. Adapun cirri-ciri pergaulan sopan itu ialah : tahu batas
yang diperbolehkan dan yang dilarang, masing-masing pihak mengetahui batas,
dapat menjaga diri dari kegelisahan orang tua, tidak berdua-duaan ditempat yang
sepi, dapat menjaga norma dan ketentuan agama, dapat menjaga norma dan adat
istiadat. Jadi pergaulan jangan hanya mengikuti gejolak emosi dan nafsu, sebab
orang yang sudah rusak moralnya, tergolong orang yang rendah martabatnya.
Adab bergaul dengan
yang lebih muda
Secara garis besar
adab bergaul dengan yang lebih muda adalah memelihara dan memenuhi kebutuhan
jasmani dan rohani, bergaul dengan penuh kasih saying, memberikan bimbingan dan
pendidikan agar tumbuh menjadi kuat, memberikan perlindungan baik fisik maupun
mental kejiwaan, dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya.
Adab bergaul dengan
yang berbeda agama
Adab berpakaian
Cara berbusana dan
berdandan adalah mencerminkan kepribadian kita. Karena itu setiap pelajar
hendaknya berpakaian sesuai dengan ketentuan sekolah. Setiap siswa hendaklah
berpakaian sesuai dengan tata krama kesopanan, rapi dan pantas. Selain itu,
janganlah siswa memakai perhiasan secara berlebihan. Hal itu akan menimbulkan
kesan pamer atau “etalase berjalan”. Pelajar hendaknya mengatur rambutnya
dengan rapi dan pantas akan memperlihatkan keserasian. Baju hendaklah dikancing
penuh dan dimasukkan, sehingga tidak menimbukan kesan acak-acakan dan
gagah-gagahan, baju yang dipakai tidak mesti berharga mahal, yang terpenting
adalah kebersihan , kerapian, dan keserasian busana yang dipakai.
Adab berbicara
“Mulutmu harimaumu”,
“berkata peliharalah lidah”. Berhati-hatilah berbicara agar tidak mendatangkan
akibat kurang menyenangkan di kemudian hari, biasakan mendengarkan orang lain
dan jangan memotong pembicaraan orang lain, jangan turut membicarakan yang
bukan urusan kita, janganlah berbisik-bisik ketika orang lain sedang berbicara,
karena hal itu akan mengganggu suasana.
Adab makan dan minum
Adab dengan sekolah
Hendaklah seluruh anggota keluarga sekolah wajib
memelihara kebersihan, kerapihan, kedisplinan, keindahan, kenyamanan, dan
keamanan sekolah. Jangan mencoret-coret dinding, bangku, pintu, jendela, wc,
serta apapun yang berada disekolah kecuali papan tulis.